Artian keluarga bukan brarti sebagai orangtua yg memberi nafkah, tetapi mereka yg mau menerima entah seberapa buruknya kita.
Awalnya memang kita pun tak saling kenal. Tapi entah mengapa seiring berjalannya waktu kita tiba-tiba dekat karena merasa cocok. Cocok bukan brarti juga kita menyukai semua sikap dan prilakunya. Pasti ada saja sikap atau prilakunya yg tidak kita sukai. Tapi karna terlanjur nyaman itulah yg membuat kita melupakan sedikit prilaku buruknya. Begitu pun mereka pasti ada saja sifatku yg tidak mereka sukai. Tapi mereka juga tetap bersamaku.
SMP.
Aku menemukan keluarga keduaku ketika masa SMP akan berakhir. Memang dari kelas 1 pun aku sudah berteman dengan mereka tapi belum bisa dibilang kita bersahabat waktu itu. Entah mengapa kita tiba-tiba dekat dan merasa nyaman di penghujung kelas 3. Tapi ketika masa SMP sudah berakhir, kita harus berpisah karena perbedaan pilihan SMK dan SMA yg akan kita masuki. Walaupun begitu dihari libur kita selalu menyempatkan waktu agar bisa bertemu hanya untuk bertukar cerita dan numpang tidur dikamarnya, ya hingga sekarang🤘.
SMK.
Sama halnya ketika SMP, aku menemukan keluarga keduaku tidak di awal kelas 1. Rasa nyaman muncul ketika beranjak kelas 2. Kita mulai bercanda, berbagi tawa, dan bergosip ria. Dan asiknya mereka, bisa membawaku ketempat yg indah tapi murah meriah😆. Pandangan kita selalu sama sehingga ketika bertukar ide pun (bergosip dalam bahasa halus) pendapat kita selalu sama✌.
Itulah mengapa sahabat dikatakan keluarga kedua. Karena memang mereka selalu menerima baik buruknya kita.
Terimakasih selalu ada, terimakasih juga selalu menerimaku apaadanya-untuk kalian keluarga kedua♡



Luv♡
ReplyDelete💙
DeleteNice 😍😍
ReplyDelete😘
Delete